Bimbingan klasikal yang merupakan salah satu kegiatan bimbingan konseling yang ditujukan untuk semua peserta didik di satuan kelas. Pada pelaksanaan bimbingan tersebut, layanan bimbingan klasikal bila tidak dikemas secara baik tentu akan berakibat pada kurang tertariknya peserta didik dalam mengikuti layanan bimbingan klasikal tersebut. Sehingga tujuan dari bimbangan klasikal tersebut tidak tercapai secara maksimal.
Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa di pakai Guru BK untuk menarik minat peserta didik untuk mengikuti layanan bimbingan klasikal adalah dengan cara menggunakan ice breaking.
Peran ice breaking dalam bimbingan dan konseling tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena untuk dapat menarik minat peserta didik untuk mengikuti layanan bimbingan klasikal, mencairkan suasana saat peserta didik mengalami ketegangan saat mengikuti layanan bimbingan klasikal, hingga bisa mendukung materi bimbingan klasikal yang sedang diberikan dibutuhkan ice breaking yang tepat,
Saat ini, telah banyak ragam jenis ice breaking yang dikembangkan dan dibuat untuk dapat diaplikasikan dalam kegiatan bimbingan konseling terutama bimbingan klasikal. Guru BK bisa membuat sendiri ice breaking atau menambil dan memilih salah satu atau dua ice breaking yang tepat dari internet ataupun buku untuk kegiatan bimbingan klasikal yang akan dilaksanakan di kelas
Nah berikut ini 3 contoh ice breaking yang bisa diterapkan dala kegiatan bimbingan klasikal di kelas:
1.
Ayo Bermain
“Tangkap tangan”
Tujuan :
Melatih konsentrasi anak atas hitungan dan kordinasi
dengan
jari tangan
Jumlah Peserta : 7-20 orang
Waktu :
10 menit
Setting Ruang : Kelas
Langkah pemainan
- Siswa dibentuk menjadi kelompok kecil setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang
- Siswa duduk atau berdiri membentuk lingkaran
- Ketika guru menyebutkan angka 1 maka semua siswa mengangkat telunjuk kanannya disamping sejajar bahu
- Ketika guru menyebutkan angka 2 maka semua siswa menelungkupkan telapak tangan kirinya di atas telunjuk kanan teman di sampingnya
- Apabila pembimbing mengatakan 3 maka tangan kiri siswa harus menangkap telunjuk teman di sampingnya dan menarik telunjuknya sendiri agar tidak tertangkap oleh teman sebelah kanan nya
- Siswa yang tangannya tertangkap berarti keluar dari permainan
- Guru menginstruksi kan siswa untuk duduk dengan rapi
- Guru membagi tim sesuai dengan tempat duduk siswa
- Masing - masing siswa yang duduk paling depan menyiapkan selembar kerta untuk membuat pesawat
- Guru menerangkan bahwa masing- masing siswa memiliki sesempatan 1 atau 2 x melipat kerta. sedangkan siswa yang duduknya paling belakang tidak ada patokan berapa x melipat kerta
- Kemudian guru memberi aba - aba untuk mulai
- Siswa paling depat menelipat kartas pertama, kemudian menyerahkannya ke siswa yang dibelakangnya
- siswa yang belakang menerimanya dan melipat kertas tersebut 1 / 2 x lipatan saja kemudian menopernya kepada siswa dibelakangnya. begitu seterusnya sampai siswa yang duduknya paling belakang
- Siswa paling belakang bertugas menyelesaikan pembuatan pesawat dari kertas. kemudian menerbangkannya kedepan. sampai diterima oleh siswa yang duduknya paling depan
- Kelompok yang selesai diluan dan bisa menerbangkan pesawat sampai bisa di tengkap oleh siswa yang paling depan dia lah pemenangnya.
- Semua peserta didik berada di posisi sesuai arahan guru BK
- Guru BK menyampaikan aturan permainan
- Jika saya menyebut LAUT, orang yang saya tunjuk silahkan menjawab dengan menyebutkan salah satu binatang yang ada di LAUT
- Jika saya menyebutkan UDARA, orang yang saya tunjuk silahkan menjawab dengan menyebutkan salah satu binatang yang ada di DARAT.
- Jika saya menyebutkan LAUT, orang yang saya tunjuk silahkan menjawab dengan menyebutkan salah satu binatang selain yang ada di LAUT
- Jika saya menyebutkan UDARA, orang yang saya tunjuk silahkan menjawab dengan menyebutkan salah satu binatang selain yang ada di UDARA
- Jika saya menyebutkan DARAT, orang yang saya tunjuk silahkan menjawab dengan menyebutkan salah satu binatang selain yang ada di DARAT
- Lakukan beberapa kali dan usahakan semua peserta didik kena tunjuk. Jika ada yang salah dapat diberi sanksi sesuai kesepakatan. Beri feedbeck dengan mengajikan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapat umpan balik mengenai permainan tersebut.
Akhir kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar